Saya & Sherlock
Holmes
(Dimuat di Detective Story Magazine, 15 Januari
1918)
Atas permintaan editor, saya telah
menghabiskan beberapa hari melihat-lihat kotak surat tua, yang dari waktu ke
waktu menjadi tempat saya menaruh berkas berkas yang erujuk secara langsung
atau tidak kepada Tuan Holmes yang terkenal. Saat ini saya berharap lebih
berhati-hati dalam menyimpan segala referensi tentang laki-laki ini dan
kasus-kasus yang ditanganinya. Banyak sekali yang sudah hilang atau tercecer.
Penulis biografinya sangat beruntung mendapatkan pembaca dari manca
negara,hasilnya menimbulkan respon yang sama, walau dalam beberapa kasus respn
tersebut sangat sulit dimengerti. Sering kali pembaca saya jauh sulit untk
mengeja nama saya dan tokoh khayalan saya, seperti yang saat ini saya
lampirkan.
Banyak dari
surat-surat itu yang berasal dari orang Rusia. Surat-surat itu ditulis dengan
bahasa Rusia, yang dengan terpaksa saya baca, jika saja surat itu dalam bahasa
Inggris, pasti mereka termasuk diantara koleksi saya yang paling menarik.
Ada
seorang perempuan muda yang memulai tulisannya dengan,”Tuan yang baik”. Ada
juga yang memiliki banyak tipu muslihat di balik kesederhanaannya. Dia berasal
dari Warsawa, dia mengatakan bahwa dia telah terbaring selama dua tahun dan
novel saya telah menjadi bla bla bla.
Saya sangat tersentuh atas pujian tersebut sehingga saya segera menyiapkan
bingkisan novel yang sudah saya tandatangani guna melengkapi koleksinya.
Untungnya,
saya bertemu dengan sesama penulis pada hari yang sama. Dengan senyum mengejek,
dia mengambil surat serupa dari sakunya. Novel karangannya juga selama dua
tahun telah menjadi bla bla bla. Saya
tak tahu kepada berapa penulis lagi perempuan ini telah mengirim surat, tetapi,
dalam bayangan saya, korespondennya mencapai hingga banyak negara, dia pasti
telah memiliki sebuah perpustakaan yang menarik.
Kebiasaan
perempuan Russia itu menyebut saya dengan “Tuan yang baik” memiliki pengaruh
yang lebih aneh dirumah, yang menghubungkannya dengan pokok masalah dalam
artikel ini. Tak lama setelah saya menerima gelar kesatria, saya mendapat
tagihan dari seseorang pedagang yang ditujukan kepada Tuan Sherlock Holmes.
Saya berharap dapat mengatasi lelucon sebaik tetangga saya, tetapi lelucon kali
ini sepertinya salah tempat, saya lalu membalas dengan tajam mengenai hal ini.
Sebagai
balasan atas surat saya, datanglah seorang pramuniaga yang kelihatan sangat
menyesal, ke hotel saya, dia terlihat sangat sedih atas kejadian tersebut,
tetapi terus mengulang-ulang kalimat “Saya jamin, Tuan, Semuanya bonafid.”
“Apa
maksudmu bonafid?”
“Begini,
Tuan,” jawabnya. “Teman-teman saya di toko mengatakan bahwa Anda telah diberi
gelar dan jika seorang laki-laki telah diberi gelar dia akan mengubah namanya
dan Anda memakai nama Sherlock Holmes.” Tak perlu saya katakan bahwa
kejengkelan saya sirna, saya tertawa geli sebagaimana mungkin juga
teman-temannya di ujung jalan sana.
Ada
beberapa masalah yang terus berulang dalam surat-surat mengenai Sherlock Holmes
ini. Salah satunya telah melatih pikiran manusia dengan cara yang tak dapat
dibayangkan, dari Labrador ke Tibet, tentu saja, jika suatu masalah membutuhkan
pemikiran, hanya orang-orang yang berada di tempat terpencil yang punya waktu
dan kesunyian untuk itu. Saya berani mengatakan bahwa saya memiliki dua puluh
surat yang menyangkut poin ini saja.
Hal ini muncul dalam “The Adventure of the
Priory School”, saat Holmes melirik jejak sepeda dan berkata ini jelas
menjauhi, bukan menuju ke kita.” Dia tidak memberikan penjelasan, hal yang
tidak disukai pembaca saya, dan semua mengatakan bahwa deduksi itu sangat tidak
mungkin. Pada kenyataannya, hal ini sangat sederhana karena sepeda itu lewat
diatas jalan dengan permukaan yang lunak dan bergelombang seperti lahan perburuan. Berat sang pengendara
sebagian besar terletak pada roda belakang, dia atas tanah yang lunak jejaknya
akan lebih dalam. Ketika sepeda itu bergerak, orang dapat melihat apakah jejak
yang lebih dalam atau dangkal yang lebih dulu lewat – masalah terpecahkan.
Saya
tak pernah menyangka pengaruh dari karakter Tuan Holmes bagi banyak orang
hingga saya mendengar cerita yang menyenangkan mengenai iring-iringan tamasya
dari sebuah sekolah khusus di London, yang ketika ditanya yang ingin mereka
lihat terlebih dahulu, salah seorang menjawab mereka ingin melihat tempat
tinggal Tuan Holmes.
Hal
yang kurang menyenangkan, walaupun merupakan sanjungan, adalah surat-surat
penuh caci maki, dan mengatakan bahwa saya telah membunuhnya. “Dasar binatang,”
adalah kata pembuka dalam surat perempuan itu.
Sebuah
kritikan paling pedas datang dari tukang perahu Cornish yang mengatakan kepada
saya, “ Ketika Tuan Holmes jatuh, mungkin sekali dia tidak mati, tetapi hanya
luka serius, sehingga dia menjadi tidak seperti sebelumnya.” Saya berharap
tudingan ini tidak benar, tentu mereka yang telah membaca cerita ini secara
mundur ke belakang, dari yang paling akhir hingga yang paling awal, meyakinkan
saya bahwa itu tidak benar, bagaimanapun itu adalah serangan yang keji.
Satu
dari bukti yang paling aneh dari realitas keberadaan holmes bagi banyak orang adalah
saya secara berkala menerima kiriman buku tanda tangan, meminta saya
mendapatkan tanda tangannya. Ketika diumumkan bahwa dia aka pensiun dan
mengurus peternakan lebahnya di South Downs, saya menerima beberapa surat yang
menawarkan untuk membantunya. Dua di antaranya ada di hadapan saya saat
menulis. Salah satu berkata, “Apakah Tuan Sherlock Holmes membutuhkan pelayan
di pondoknya di desa saat Natal? Saya kenal dengan seseorang yang mencintai
kehidupan perdesaan yang tenang, dan tentunya lebah—perempuan yang kuno dan
pendiam.
Lainnya,
yang mengalamatkannya langsung kepada Holmes, mengatakan, “Saya melihat di
sebuah surat kabar bahwa Anda akan pensiun dan akan berternak lebah. Kalau
boleh, saya ingin memberikan saran yang mungkin Anda butuhkan. Saya yakin Anda
akan senang membaca surat ini sebagaimana saya menulisnya, karena saya menulis
surat ini sebagai balasan saat-saat yang menyenangkan.” Banyak surat lain yang
memohon kepada saya agar selalu berhubungan dengan Tuan Holmes sehingga dia
dapat menjelaskan beberapa masalah dalam kehidupan pribadi mereka.
Kadang-kadang
saya bingung dengan karakter saya sendiri karena sering diminta untuk menjadi
detektif yang sesungguhnya. Saya ingat, dalam persidangan kasus pembunuhan
seorang bangsawan di Polandia beberapa tahun lalu, saya pernah diminta untuk
maju dan meneliti kasusnya dengan cara saya. Tidak perlu saya katakan bahwa
saya takakan melakukan hal seperti itu demi uang, karena saya sadar akan kemampuan
saya, walaupun sebagai amatir, dengan senang hati saya telah beberapak kali
membantu orang-orang yang sedang dalam masalah. Saya bisa berkata, walau sambil
mengetuk kayu, bahwa saya belum pernah gagal dalam usaha saya mempraktikan
metode yang digunakan oleh Holmes.
Dalam
kasus Tuan Edalji saya berhak atas sedikit pujian, karena tidak dibutuhkan
suatu deduksi yang rumit untuk mencapai kesimpulan bahwa seseorang yang buta
tidak mungkin melakukan perjalanan pada malam hari yang harus dilalui dengan
melewati rel kereta api. Laki-laki itu sudah jelastidak bersalah, sangat
disayangkan bahwa dia tidak menerima sepeserpun sebagai kompensasi atas tiga
tahun yang dia habiskan di dalam penjara.
Dalam
kasus yang lebih rumit, seperti kasus
Oscar Slater, yang saat ini masih menjalankan hukumannya sebagai narapidana,
saya telah memeriksa bukti-bukti dengan teliti, termasuk bukti tambahan yang
diberikan dengan terpaksa oleh perwira yang ditunjuk guna dimintai keterangan,
saya tidak ragu sedikitpun bahwa laki-laki itu tidak bersalah.
Saat
hakim bertanya dalam persidangan apakah hukuman mati pantas diberikan kepadanya
atas pembunuhan terhadap Nona Gilchrist, dia menjawab dengan berteriak, “Yang
Mulia, aku bahkan tidak tau ada perempuan bernama Gilchrist di dunia ini!” Saya
yakin ini adalah kebenaran yang nyata. Namun, sangat tidak mungkin untuk
membuktikan sebaliknya, karena itu masalah ini tetap dibiarkan sampai
orang-orang Skotland Yard melakukan investigasi yang sesungguhnya atas seluruh
keadaan dari kasus yang menyedihkan ini.
Beberapa
kasus yang mendatangi saya sangat mirip dengan peragaan analisis dari Tuan
Sherlock Holmes yang saya ciptakan. Mungkin saya perlu mengutip salah satunya,
ketika metode Holmes diikuti dan berhasil. Kasusnya sebagai berikut. Seorang laki-laki
telah menghilang , Dia telah menggambil uang miliknya di bank sejumlah empat
puluh pound. Diperkirakan dia dibunuh karena uangnya. Terakhir dia dikabarkan
berbelanja di sebuah hotel besar di London. Malam harinya dia pergi sekitar
pukul sepuluh, kembali ke hotel, mengganti pakaian tidurnya, yang ditemukan
dikamarnya keesokan hari, lalu menghilang tanpa bekas.
Tak
seorangpun melihatnya meninggalkan hotel, tetapi seorang laki-laki yang
menempati kamar sebelah mengatakan bahwa dia mendengarnya bergerak pada malam
hari. Satu minggu telah berlalu pada saat mereka berkonsultasi kepada saya dan
kepolisian belum menemukan apapun. Dimana laki-lakii itu?
Ini
adalah keseluruhan fakta yang disampaikan oleh kerabatnya. Berusaha melihat
masalah ini melalui kacamata Tuan Holmes, saya menjawab surat tersebut dengan
mengatakan bahwa laki-laki itu berada di Glasgow atau Edinburgh. Terbukti
kemudian bahwa dia memang pergi ke Edinburgh, walaupun dalam seminggu dia juga
sempat pindah ke bagian lain di Skotlandia.
Begitulah
saya meninggalkan masalah ini,karena,seperti yang sering dibuktikan oleh dokter
watson, pemecahan kasus yang diungkapkan sungguh merupakan misteri yang
ternoda. Pada tahap ini pembaca dapat meletakkan majalah ini dan memperlihatkan
betapa mudahnya semua ini dengan memecahkan masalahnya sendiri. Dia memiliki
semua data yang bisa dia berikan kepada saya. Karena itu, bagaimana pun, bagi
dia yang tidak tertarik akan teka-teki, saya akan mencoba menunjukan mata
rantai di antara keduanya, Satu keuntungan yang saya miliki, yaitu saya hafal
rutinitas dari hotel-hotel di London—walaupun, saya kira, agak berbeda dari
hotel-hotel di daerah lain.
Pertama
adalah dengan melihat fakta dan memisahkan antara yang pasti dengan yang
merupakan dugaan. Semua adalah pasti kecuali pernyataan dari orang yang
mengatakan mendengar laki-laki itu di malam harinya. Bagaimana mungkin dia
dapat mendengarnya dalam sebuah hotel yang besar? Poin tersebut dapat diabaikan
jika merintangi kesimpulan akhirnya.
Deduksi
pertama jelas bahwa laki-laki itu sengaja menghilang. Ada alasan lain apa dia
mengambil seluruh uangnya? Dia keluar hotel pada malam hari. Namun, ada penjaga
pintu di semua hotel dan tidak mungkin meninggalkan hotel tanpa
sepengetahuannya ketika pintu telah ditutup. Pintu ditutup setelah para
penonton teater kembali—sekitar jam dua belas malam. Oleh karena itu, laki-laki
itu meninggalkan hotel sebelum jam dua belas. Dia kembali dari pertunjukan
musiknya jam sepuluh, mengganti baju, dan pergi dengan kopernya. Tak ada yang
melihatnya.
Kesimpulannya,
dia melakukannya saat aula penuh dengan para tamu yang baru saja kembali,
antara jam sebelas hingga jam dua belas malam. Setelah jam tersebut, walaupun
pintu masih terbuka, hanya sedikit orang yang keluar masuk, jadi dia dan
kopernya sudah pasti terlihat.
Dengan
informasi yang dimiliki, kita lalu bertanya pada diri kita masing-masing,
mengapa laki-lakiyang menyembunyikan dirinya itu harus pergi pada jam tersebut.
Jika ia inggin bersembunyi di London, dia tidak perlu pergi ke hotel awalnya.
Dengan begitu jelaslah bahwa dia ingin naik kereta yang akan membawanya pergi.
Namun seorang laki-laki yang turun dari stasiun manapun pada malam hari akan
mudah dikenali, dapat dipastikan jika berita kehilangannya diumumkan dan
disebar, beberapa penjaga pasti akan menggingatnya.
Karena
itu, tujuannya pasti sebuah kota besar yang bisa dia jangkau di pemberentian
terakhir, ketika sesama penumpang lain akan turun dan dia bisa menghilangkan
dirinya dalam keramaian. Saat saya melihat jadwal bahwa Sotch Express menuju ke
Edinburgh dan Glasgow berangkat pada malam hari, kesimpulan pun didapat.
Mengenai pakaiannya, kenyataan bahwa dia meninggalkannya membuktikan bahwa dia
berencana untuk mengadopsi sebuah garis kehidupan yag tidak memiliki fasilitas
sosial. Deduksi initerbukti benar.
Saya
mengutip kasus tersebut untuk menunjukan garis umum penarian fakta yang
dianjurkan oleh Holmes benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari.
Dalam kasus lain, ketika seorang gadis bertunangan dengan pemuda asing yang
tiba-tiba menghilang, saya menunjukan kepadanya dengan jelesan mengapa dia
menghilang dan bagaimana laki-laki itu tidak layakak mendapat perhatiannya,
juga dengan proses deduksi yang serupa.
Di
sisi lain, metode setengah ilmiah ini kadang-kadang sulit dan lamban jika
dibandingkan dengan hasil yang didapatkan oleh laki-laki yang tegas, tanggap,
serta praktis. Jika saja saya terlihat seakan menganggap diri saya Holmes heat,
saya tegaskan bahwa dalam kasus perampokan di sebuah penginapan, yang berjarak
sangat dekat dari rumah saya, polisi daerah tersebut, tanpa teori sama sekali,
telah menangkap pelakunya, sementara saya tidak menemukan apapun kecuali bahwa
dia adalah seorang kidal dan ada paku di sepatunya.
Efek yang luar biasa atau dramatis yang menyebabkan
pujian atas Tuan Sherlock Holmes pada cerita rekaan ini adalah, tentu saja,
bantuan yang besar baginya untuk mendapatkan kesimpulan. Dalam kasus ketika tak
ada lagi hal yang bisa dilakukanlah yang biasanya menemui jalan buntu. Saya
mendengar kasus seperti itu di Amerika, yang tentu saja memberikan masalah yang
berat.
Seorng
laki-laki dengan kehidupan yang tenang, melakukan jalan malam pada hari minggu
dengan keluarganya, tiba-tiba menyadari bahwa dia telah lupa membawa
tongkatnya. Dia kembali ke rumah yang pintunya masih terbuka dan dia
meninggalkan keluarganya menunggu di luar. Dia tidak pernah muncul lagi, sejak
saat itu hingga kini tidak ada petunjuk sama sekali tentang apa yang terjadi
padanya. Ini tentu saja adalah kasus teraneh yang pernah saya dengar dalam
kehidupan nyata.
Kemudian
ada kasus lain yang terjadi dalam pengamatan saya. Kasus ini dikirim oleh
seorang penerbit terkenal kepada saya. Laki-laki ini memiliki seorang kepala
bagian dalam jajaran karyawannya yang kita sebut saja bernama Musgrave. Dia
adalah seorang pekerja keras, dengan karakter yang tidak terlalu istimewa. Tuan
Musgrave meninggal dan beberapa tahun sejak kematiannya sebuah surat diterima
dan ditujukan kepada tuan Musgrave, kemudian disimpan oleh atasannya. Surat itu
bercap dari sebuah tempat peristirahatan di wilayah barat Kanada, ada sebuah
catatan “Conflfilms” di amplopnya, dengan tulisan “Report Sy” di sudutnya.
Sang
penerbit tentunya membuka amplop itu, karena mereka tidak memiliki catatan
keluarga dari laki-laki tersebut. Di dalamnya terdapat dua buah kertas kosong.
Saya tambahkan, surat tersebut telah terdaftar. Penerbit itu, tanpa bisa
berbuat apa-apa mengenai hal itu, mengirimkannya kepada saya, kemudian kertas
kosong tersebut saya uji dengan berbagai macam percobaan tanpa hasil apa pun.
Kecuali fakta bahwa surat itu ditulis oleh seorang perempuan, tidak ada yang
dapat ditambahkan dalam catatan ini.
Masalahnya
tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan. Bagaimana si pengirim bisa menulis
sebuah surat yang sangat rahasia, tanpa mengetahui kematian Tuan Musgrave yang
sudah bertahun-tahun, sangat sulit untuk dipahami-aau mengapa kertas kosong
perlu hati-hati didaftarkan melalui pos . perlu saya tambahkan bahwa saya tidak
melakukan tes kimia terhadap kertas kosong tersebut atas pengetahuan saya
sendiri, tetapi saya meminta saran dari ahli-ahli terbaik, tanpa mendapat hasil
apapun. Sebagai kasus, ini dianggap sebagai kegagalan-sebuah kegagalan yang
membuat penasaran.
Tuan
Sherlock Holmes adalah orang yang sangat menghargai lelucon dan saya memiliki
banyak kasus rekaan dengan berbagai macam tipuan, kartu yang ditandai,
peringatan misterius , pesan sandi, dan cara komunikasi aneh lainnya. Sangat
mengejutkan jumlah masalah yang dihadapi beberapa orang tanpa maksud tertentu, sungguh
sebuah keadaan yang membingungkan.
Dalam
salah satu kejadian, ketika saya sedang memasuki aula untuk mengikuti kompetisi
biliar amatir, seorang penjaga memberi saya sebuah paket kecil yang
ditinggalkan utuk saya. Sambil membukanya, saya menemukn sebuah kapur berwarna
hijau sebagaimana yang digunakan dalam permainan biliar. Dengan senang hati
saya menerimanya dan saya masukkan kapur itu ke dalam saku jas saya untuk
digunakan pada saat pemainan.
Setelah
itu, saya masih harus terus menggunakan kapur itu hingga suatu hari, beberapa
bulan kemudian, saat saya menggosok stik biliar saya, permukaan kapur itu
keropos dan ternyata berlubang. dari tempat tersembunyi keluarlah sebuah kertas
kecil dengan kalimat “Dari Arsene Lupin untuk Sherlock Holmes.” Saya membayangkan
pikiran dari pelawak itu yang sudah repot-repot untuk melakukan ini.
Salah
satu di antara misteri yang ditujukan kepada Holmes adalah mengenai bidang
mistis dan oleh sebab itu hl tersebut menjadi di luar kemampuannya. Fakta yang
telah diberikan adalah yang paling ajaib, walaupun saya uga tidak bisa
membuktikan apakah perempuan yang menulis itu jujur atau tidak, dia memberikan
nama beserta alamatnya. Perempuan ini, sebut saja namanya Nyonya Seagrave,
telah diberi sebuah cincin bekas yang aneh, berbentuk seperti ular, berwarnya
keemasan. Cincin ini dia lepas pada malam hari.
Suatu
malam dia lupa melepaskan cincin itu dari jarinya dan mendapat mimpi buruk
seakan-akan dia sedang mendorong seekor makhluk ganas yang menggigit tangannya.
Saat terbangun dia masih merasakan sakit di tangannya dan keesokan harinya
bekas gigitan tersebut terlihat di tangannya, dengan satu gigi dari rahang
bawah menghilang. Bekas tersebut berbentuk seperti lebam biru kehitaman yang
tidak sampai merusak kulit.
“Saya
tidak mengerti,” katanya, “ Apa yang membuat saya berfikir bahwa cincin
tersebut ada hubungannya dengan masalah ini, saya jadi tidak menyukai cincin
itu dan tidak memakainya selama beberapa bulan, tetapi dalam suatu kunjungan
saya memakainya lagi.” Singkat cerita, hal yang sama terulang kembali.
Perempuan itu membereskan masalah dengan memasukan cincin tersebut ke dalam
kompur.
Ceritah
aneh ini, yang saya percaya adalah benar mungkin tidak segaib yang terlihat.
Seperti diketahui bahwa dalam beberapa hal pengaruh keadaan mental dapat
menyebabkan dampak psikologis. Oleh karena itu, mimpi buruk terasa sangat nyata
dengan adanya gigitan, dapat kita pikir meninggalkan bekas gigitan tersebut.
Kasus seperti in terbukti kebenarannya dalam sejarah medis. Peristiwa kedua tentu
saja akan muncul sebagai sugesti dari peristiwa yang pertama. Namun, bagaimana
pun juga, ini adalah masalah kecil yang sangat menarik, baik secara batiniah
maupun dari segi materinya.
Harta
karun terpendam adalah salah satu masalah yang datang pada Tuan Holmes. Salah
satu kasus nyata ini disertai dengan sebuah bagan. Bagan tersebut mengacu pada
sebuah kapal, Indiaman, yang hancur di pesisir pantai Afrika Selatan tahun
1782. Jika saya lebih muda, saya pasti tertarik untuk secara personal
mempelajari hal ini.
Kapal
tersebut berisi harta karun yang luar biasa, termasuk sebuah mahkota tua dari
kerajaan Dehli. Diduga mereka mengubur harta karun tersebut di dekat pantai dan
bagan ini adalah catatan mengenai letaknya. Setiap kapal pada masa itu punya
kode isyarat sendiri. Beberapa catatan mengenai arti isyarat tersebut mungkin
dapat ditemukan di berkas tua di sebuah departemen di India saat ini.
Lingkaran
di sebelah kanan adalah sebuah kompas. Gambar setengah lingkaran menunjukan
lengkung sebuah batu atau batu karang. Angka di atasnya merupakan petunjuk
bagaimana menemukan “X” yang menandai harta karun tersebut. Kemungkinan mereka
menempatkannya sejauh seratus lima puluh enam kaki dibanding empat diatas
setengah lingkaran itu. letak dari kapal yang hancur itu tidak diketahui,
tetapi saya akan sangat terkejut, jika cepat atau lambat tidak ada seseorang
yang berusaha memecahkan misteri ini.
Satu
hal lagi sebelum saya menutup catatan mengenai sosok rekaan saya. Tidak semua
orang diberkahi kehidupan dengan sosok hebat, genius, dan simpatik, tetapi saya
beruntung ketika Tuan Gillette yang memilh memasukkan ide beserta bakatnyauntuk
menempatkan Holmes diatas panggung. Saya tidak dapat mengakhiri catatan saya
lebih baik selain mengucapkan terimakasih saya pada sosok laki-laki yang
mengubah saya yang bukan siapa-siapa menjadi manusia yang berguna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar