Selasa, 19 September 2017

I & Sherlock Holmes




Saya & Sherlock Holmes
(Dimuat di Detective Story Magazine, 15 Januari 1918)

          Atas permintaan editor, saya telah menghabiskan beberapa hari melihat-lihat kotak surat tua, yang dari waktu ke waktu menjadi tempat saya menaruh berkas berkas yang erujuk secara langsung atau tidak kepada Tuan Holmes yang terkenal. Saat ini saya berharap lebih berhati-hati dalam menyimpan segala referensi tentang laki-laki ini dan kasus-kasus yang ditanganinya. Banyak sekali yang sudah hilang atau tercecer. Penulis biografinya sangat beruntung mendapatkan pembaca dari manca negara,hasilnya menimbulkan respon yang sama, walau dalam beberapa kasus respn tersebut sangat sulit dimengerti. Sering kali pembaca saya jauh sulit untk mengeja nama saya dan tokoh khayalan saya, seperti yang saat ini saya lampirkan.
Banyak dari surat-surat itu yang berasal dari orang Rusia. Surat-surat itu ditulis dengan bahasa Rusia, yang dengan terpaksa saya baca, jika saja surat itu dalam bahasa Inggris, pasti mereka termasuk diantara koleksi saya yang paling menarik.
            Ada seorang perempuan muda yang memulai tulisannya dengan,”Tuan yang baik”. Ada juga yang memiliki banyak tipu muslihat di balik kesederhanaannya. Dia berasal dari Warsawa, dia mengatakan bahwa dia telah terbaring selama dua tahun dan novel saya telah menjadi bla bla bla. Saya sangat tersentuh atas pujian tersebut sehingga saya segera menyiapkan bingkisan novel yang sudah saya tandatangani guna melengkapi koleksinya.
            Untungnya, saya bertemu dengan sesama penulis pada hari yang sama. Dengan senyum mengejek, dia mengambil surat serupa dari sakunya. Novel karangannya juga selama dua tahun telah menjadi bla bla bla. Saya tak tahu kepada berapa penulis lagi perempuan ini telah mengirim surat, tetapi, dalam bayangan saya, korespondennya mencapai hingga banyak negara, dia pasti telah memiliki sebuah perpustakaan yang menarik.
            Kebiasaan perempuan Russia itu menyebut saya dengan “Tuan yang baik” memiliki pengaruh yang lebih aneh dirumah, yang menghubungkannya dengan pokok masalah dalam artikel ini. Tak lama setelah saya menerima gelar kesatria, saya mendapat tagihan dari seseorang pedagang yang ditujukan kepada Tuan Sherlock Holmes. Saya berharap dapat mengatasi lelucon sebaik tetangga saya, tetapi lelucon kali ini sepertinya salah tempat, saya lalu membalas dengan tajam mengenai hal ini.
            Sebagai balasan atas surat saya, datanglah seorang pramuniaga yang kelihatan sangat menyesal, ke hotel saya, dia terlihat sangat sedih atas kejadian tersebut, tetapi terus mengulang-ulang kalimat “Saya jamin, Tuan, Semuanya bonafid.”
            “Apa maksudmu bonafid?”
            “Begini, Tuan,” jawabnya. “Teman-teman saya di toko mengatakan bahwa Anda telah diberi gelar dan jika seorang laki-laki telah diberi gelar dia akan mengubah namanya dan Anda memakai nama Sherlock Holmes.” Tak perlu saya katakan bahwa kejengkelan saya sirna, saya tertawa geli sebagaimana mungkin juga teman-temannya di ujung jalan sana.
            Ada beberapa masalah yang terus berulang dalam surat-surat mengenai Sherlock Holmes ini. Salah satunya telah melatih pikiran manusia dengan cara yang tak dapat dibayangkan, dari Labrador ke Tibet, tentu saja, jika suatu masalah membutuhkan pemikiran, hanya orang-orang yang berada di tempat terpencil yang punya waktu dan kesunyian untuk itu. Saya berani mengatakan bahwa saya memiliki dua puluh surat yang menyangkut poin ini saja.
             Hal ini muncul dalam “The Adventure of the Priory School”, saat Holmes melirik jejak sepeda dan berkata ini jelas menjauhi, bukan menuju ke kita.” Dia tidak memberikan penjelasan, hal yang tidak disukai pembaca saya, dan semua mengatakan bahwa deduksi itu sangat tidak mungkin. Pada kenyataannya, hal ini sangat sederhana karena sepeda itu lewat diatas jalan dengan permukaan yang lunak dan bergelombang seperti  lahan perburuan. Berat sang pengendara sebagian besar terletak pada roda belakang, dia atas tanah yang lunak jejaknya akan lebih dalam. Ketika sepeda itu bergerak, orang dapat melihat apakah jejak yang lebih dalam atau dangkal yang lebih dulu lewat – masalah terpecahkan.
            Saya tak pernah menyangka pengaruh dari karakter Tuan Holmes bagi banyak orang hingga saya mendengar cerita yang menyenangkan mengenai iring-iringan tamasya dari sebuah sekolah khusus di London, yang ketika ditanya yang ingin mereka lihat terlebih dahulu, salah seorang menjawab mereka ingin melihat tempat tinggal Tuan Holmes.
            Hal yang kurang menyenangkan, walaupun merupakan sanjungan, adalah surat-surat penuh caci maki, dan mengatakan bahwa saya telah membunuhnya. “Dasar binatang,” adalah kata pembuka dalam surat perempuan itu.
            Sebuah kritikan paling pedas datang dari tukang perahu Cornish yang mengatakan kepada saya, “ Ketika Tuan Holmes jatuh, mungkin sekali dia tidak mati, tetapi hanya luka serius, sehingga dia menjadi tidak seperti sebelumnya.” Saya berharap tudingan ini tidak benar, tentu mereka yang telah membaca cerita ini secara mundur ke belakang, dari yang paling akhir hingga yang paling awal, meyakinkan saya bahwa itu tidak benar, bagaimanapun itu adalah serangan yang keji.
            Satu dari bukti yang paling aneh dari realitas keberadaan holmes bagi banyak orang adalah saya secara berkala menerima kiriman buku tanda tangan, meminta saya mendapatkan tanda tangannya. Ketika diumumkan bahwa dia aka pensiun dan mengurus peternakan lebahnya di South Downs, saya menerima beberapa surat yang menawarkan untuk membantunya. Dua di antaranya ada di hadapan saya saat menulis. Salah satu berkata, “Apakah Tuan Sherlock Holmes membutuhkan pelayan di pondoknya di desa saat Natal? Saya kenal dengan seseorang yang mencintai kehidupan perdesaan yang tenang, dan tentunya lebah—perempuan yang kuno dan pendiam.
            Lainnya, yang mengalamatkannya langsung kepada Holmes, mengatakan, “Saya melihat di sebuah surat kabar bahwa Anda akan pensiun dan akan berternak lebah. Kalau boleh, saya ingin memberikan saran yang mungkin Anda butuhkan. Saya yakin Anda akan senang membaca surat ini sebagaimana saya menulisnya, karena saya menulis surat ini sebagai balasan saat-saat yang menyenangkan.” Banyak surat lain yang memohon kepada saya agar selalu berhubungan dengan Tuan Holmes sehingga dia dapat menjelaskan beberapa masalah dalam kehidupan pribadi mereka.
            Kadang-kadang saya bingung dengan karakter saya sendiri karena sering diminta untuk menjadi detektif yang sesungguhnya. Saya ingat, dalam persidangan kasus pembunuhan seorang bangsawan di Polandia beberapa tahun lalu, saya pernah diminta untuk maju dan meneliti kasusnya dengan cara saya. Tidak perlu saya katakan bahwa saya takakan melakukan hal seperti itu demi uang, karena saya sadar akan kemampuan saya, walaupun sebagai amatir, dengan senang hati saya telah beberapak kali membantu orang-orang yang sedang dalam masalah. Saya bisa berkata, walau sambil mengetuk kayu, bahwa saya belum pernah gagal dalam usaha saya mempraktikan metode yang digunakan oleh Holmes.
            Dalam kasus Tuan Edalji saya berhak atas sedikit pujian, karena tidak dibutuhkan suatu deduksi yang rumit untuk mencapai kesimpulan bahwa seseorang yang buta tidak mungkin melakukan perjalanan pada malam hari yang harus dilalui dengan melewati rel kereta api. Laki-laki itu sudah jelastidak bersalah, sangat disayangkan bahwa dia tidak menerima sepeserpun sebagai kompensasi atas tiga tahun yang dia habiskan di dalam penjara.
            Dalam kasus  yang lebih rumit, seperti kasus Oscar Slater, yang saat ini masih menjalankan hukumannya sebagai narapidana, saya telah memeriksa bukti-bukti dengan teliti, termasuk bukti tambahan yang diberikan dengan terpaksa oleh perwira yang ditunjuk guna dimintai keterangan, saya tidak ragu sedikitpun bahwa laki-laki itu tidak bersalah.
            Saat hakim bertanya dalam persidangan apakah hukuman mati pantas diberikan kepadanya atas pembunuhan terhadap Nona Gilchrist, dia menjawab dengan berteriak, “Yang Mulia, aku bahkan tidak tau ada perempuan bernama Gilchrist di dunia ini!” Saya yakin ini adalah kebenaran yang nyata. Namun, sangat tidak mungkin untuk membuktikan sebaliknya, karena itu masalah ini tetap dibiarkan sampai orang-orang Skotland Yard melakukan investigasi yang sesungguhnya atas seluruh keadaan dari kasus yang menyedihkan ini.
            Beberapa kasus yang mendatangi saya sangat mirip dengan peragaan analisis dari Tuan Sherlock Holmes yang saya ciptakan. Mungkin saya perlu mengutip salah satunya, ketika metode Holmes diikuti dan berhasil. Kasusnya sebagai berikut. Seorang laki-laki telah menghilang , Dia telah menggambil uang miliknya di bank sejumlah empat puluh pound. Diperkirakan dia dibunuh karena uangnya. Terakhir dia dikabarkan berbelanja di sebuah hotel besar di London. Malam harinya dia pergi sekitar pukul sepuluh, kembali ke hotel, mengganti pakaian tidurnya, yang ditemukan dikamarnya keesokan hari, lalu menghilang tanpa bekas.
            Tak seorangpun melihatnya meninggalkan hotel, tetapi seorang laki-laki yang menempati kamar sebelah mengatakan bahwa dia mendengarnya bergerak pada malam hari. Satu minggu telah berlalu pada saat mereka berkonsultasi kepada saya dan kepolisian belum menemukan apapun. Dimana laki-lakii itu?
            Ini adalah keseluruhan fakta yang disampaikan oleh kerabatnya. Berusaha melihat masalah ini melalui kacamata Tuan Holmes, saya menjawab surat tersebut dengan mengatakan bahwa laki-laki itu berada di Glasgow atau Edinburgh. Terbukti kemudian bahwa dia memang pergi ke Edinburgh, walaupun dalam seminggu dia juga sempat pindah ke bagian lain di Skotlandia.
            Begitulah saya meninggalkan masalah ini,karena,seperti yang sering dibuktikan oleh dokter watson, pemecahan kasus yang diungkapkan sungguh merupakan misteri yang ternoda. Pada tahap ini pembaca dapat meletakkan majalah ini dan memperlihatkan betapa mudahnya semua ini dengan memecahkan masalahnya sendiri. Dia memiliki semua data yang bisa dia berikan kepada saya. Karena itu, bagaimana pun, bagi dia yang tidak tertarik akan teka-teki, saya akan mencoba menunjukan mata rantai di antara keduanya, Satu keuntungan yang saya miliki, yaitu saya hafal rutinitas dari hotel-hotel di London—walaupun, saya kira, agak berbeda dari hotel-hotel di daerah lain.
            Pertama adalah dengan melihat fakta dan memisahkan antara yang pasti dengan yang merupakan dugaan. Semua adalah pasti kecuali pernyataan dari orang yang mengatakan mendengar laki-laki itu di malam harinya. Bagaimana mungkin dia dapat mendengarnya dalam sebuah hotel yang besar? Poin tersebut dapat diabaikan jika merintangi kesimpulan akhirnya.
            Deduksi pertama jelas bahwa laki-laki itu sengaja menghilang. Ada alasan lain apa dia mengambil seluruh uangnya? Dia keluar hotel pada malam hari. Namun, ada penjaga pintu di semua hotel dan tidak mungkin meninggalkan hotel tanpa sepengetahuannya ketika pintu telah ditutup. Pintu ditutup setelah para penonton teater kembali—sekitar jam dua belas malam. Oleh karena itu, laki-laki itu meninggalkan hotel sebelum jam dua belas. Dia kembali dari pertunjukan musiknya jam sepuluh, mengganti baju, dan pergi dengan kopernya. Tak ada yang melihatnya.
            Kesimpulannya, dia melakukannya saat aula penuh dengan para tamu yang baru saja kembali, antara jam sebelas hingga jam dua belas malam. Setelah jam tersebut, walaupun pintu masih terbuka, hanya sedikit orang yang keluar masuk, jadi dia dan kopernya sudah pasti terlihat.
            Dengan informasi yang dimiliki, kita lalu bertanya pada diri kita masing-masing, mengapa laki-lakiyang menyembunyikan dirinya itu harus pergi pada jam tersebut. Jika ia inggin bersembunyi di London, dia tidak perlu pergi ke hotel awalnya. Dengan begitu jelaslah bahwa dia ingin naik kereta yang akan membawanya pergi. Namun seorang laki-laki yang turun dari stasiun manapun pada malam hari akan mudah dikenali, dapat dipastikan jika berita kehilangannya diumumkan dan disebar, beberapa penjaga pasti akan menggingatnya.
            Karena itu, tujuannya pasti sebuah kota besar yang bisa dia jangkau di pemberentian terakhir, ketika sesama penumpang lain akan turun dan dia bisa menghilangkan dirinya dalam keramaian. Saat saya melihat jadwal bahwa Sotch Express menuju ke Edinburgh dan Glasgow berangkat pada malam hari, kesimpulan pun didapat. Mengenai pakaiannya, kenyataan bahwa dia meninggalkannya membuktikan bahwa dia berencana untuk mengadopsi sebuah garis kehidupan yag tidak memiliki fasilitas sosial. Deduksi initerbukti benar.
            Saya mengutip kasus tersebut untuk menunjukan garis umum penarian fakta yang dianjurkan oleh Holmes benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari. Dalam kasus lain, ketika seorang gadis bertunangan dengan pemuda asing yang tiba-tiba menghilang, saya menunjukan kepadanya dengan jelesan mengapa dia menghilang dan bagaimana laki-laki itu tidak layakak mendapat perhatiannya, juga dengan proses deduksi yang serupa.
            Di sisi lain, metode setengah ilmiah ini kadang-kadang sulit dan lamban jika dibandingkan dengan hasil yang didapatkan oleh laki-laki yang tegas, tanggap, serta praktis. Jika saja saya terlihat seakan menganggap diri saya Holmes heat, saya tegaskan bahwa dalam kasus perampokan di sebuah penginapan, yang berjarak sangat dekat dari rumah saya, polisi daerah tersebut, tanpa teori sama sekali, telah menangkap pelakunya, sementara saya tidak menemukan apapun kecuali bahwa dia adalah seorang kidal dan ada paku di sepatunya.
             Efek yang luar biasa atau dramatis yang menyebabkan pujian atas Tuan Sherlock Holmes pada cerita rekaan ini adalah, tentu saja, bantuan yang besar baginya untuk mendapatkan kesimpulan. Dalam kasus ketika tak ada lagi hal yang bisa dilakukanlah yang biasanya menemui jalan buntu. Saya mendengar kasus seperti itu di Amerika, yang tentu saja memberikan masalah yang berat.
            Seorng laki-laki dengan kehidupan yang tenang, melakukan jalan malam pada hari minggu dengan keluarganya, tiba-tiba menyadari bahwa dia telah lupa membawa tongkatnya. Dia kembali ke rumah yang pintunya masih terbuka dan dia meninggalkan keluarganya menunggu di luar. Dia tidak pernah muncul lagi, sejak saat itu hingga kini tidak ada petunjuk sama sekali tentang apa yang terjadi padanya. Ini tentu saja adalah kasus teraneh yang pernah saya dengar dalam kehidupan nyata.
            Kemudian ada kasus lain yang terjadi dalam pengamatan saya. Kasus ini dikirim oleh seorang penerbit terkenal kepada saya. Laki-laki ini memiliki seorang kepala bagian dalam jajaran karyawannya yang kita sebut saja bernama Musgrave. Dia adalah seorang pekerja keras, dengan karakter yang tidak terlalu istimewa. Tuan Musgrave meninggal dan beberapa tahun sejak kematiannya sebuah surat diterima dan ditujukan kepada tuan Musgrave, kemudian disimpan oleh atasannya. Surat itu bercap dari sebuah tempat peristirahatan di wilayah barat Kanada, ada sebuah catatan “Conflfilms” di amplopnya, dengan tulisan “Report Sy” di sudutnya.
            Sang penerbit tentunya membuka amplop itu, karena mereka tidak memiliki catatan keluarga dari laki-laki tersebut. Di dalamnya terdapat dua buah kertas kosong. Saya tambahkan, surat tersebut telah terdaftar. Penerbit itu, tanpa bisa berbuat apa-apa mengenai hal itu, mengirimkannya kepada saya, kemudian kertas kosong tersebut saya uji dengan berbagai macam percobaan tanpa hasil apa pun. Kecuali fakta bahwa surat itu ditulis oleh seorang perempuan, tidak ada yang dapat ditambahkan dalam catatan ini.
            Masalahnya tetap menjadi misteri yang tak terpecahkan. Bagaimana si pengirim bisa menulis sebuah surat yang sangat rahasia, tanpa mengetahui kematian Tuan Musgrave yang sudah bertahun-tahun, sangat sulit untuk dipahami-aau mengapa kertas kosong perlu hati-hati didaftarkan melalui pos . perlu saya tambahkan bahwa saya tidak melakukan tes kimia terhadap kertas kosong tersebut atas pengetahuan saya sendiri, tetapi saya meminta saran dari ahli-ahli terbaik, tanpa mendapat hasil apapun. Sebagai kasus, ini dianggap sebagai kegagalan-sebuah kegagalan yang membuat penasaran.
            Tuan Sherlock Holmes adalah orang yang sangat menghargai lelucon dan saya memiliki banyak kasus rekaan dengan berbagai macam tipuan, kartu yang ditandai, peringatan misterius , pesan sandi, dan cara komunikasi aneh lainnya. Sangat mengejutkan jumlah masalah yang dihadapi beberapa orang tanpa maksud tertentu, sungguh sebuah keadaan yang membingungkan.
            Dalam salah satu kejadian, ketika saya sedang memasuki aula untuk mengikuti kompetisi biliar amatir, seorang penjaga memberi saya sebuah paket kecil yang ditinggalkan utuk saya. Sambil membukanya, saya menemukn sebuah kapur berwarna hijau sebagaimana yang digunakan dalam permainan biliar. Dengan senang hati saya menerimanya dan saya masukkan kapur itu ke dalam saku jas saya untuk digunakan pada saat pemainan.
            Setelah itu, saya masih harus terus menggunakan kapur itu hingga suatu hari, beberapa bulan kemudian, saat saya menggosok stik biliar saya, permukaan kapur itu keropos dan ternyata berlubang. dari tempat tersembunyi keluarlah sebuah kertas kecil dengan kalimat “Dari Arsene Lupin untuk Sherlock Holmes.” Saya membayangkan pikiran dari pelawak itu yang sudah repot-repot untuk melakukan ini.
            Salah satu di antara misteri yang ditujukan kepada Holmes adalah mengenai bidang mistis dan oleh sebab itu hl tersebut menjadi di luar kemampuannya. Fakta yang telah diberikan adalah yang paling ajaib, walaupun saya uga tidak bisa membuktikan apakah perempuan yang menulis itu jujur atau tidak, dia memberikan nama beserta alamatnya. Perempuan ini, sebut saja namanya Nyonya Seagrave, telah diberi sebuah cincin bekas yang aneh, berbentuk seperti ular, berwarnya keemasan. Cincin ini dia lepas pada malam hari.
            Suatu malam dia lupa melepaskan cincin itu dari jarinya dan mendapat mimpi buruk seakan-akan dia sedang mendorong seekor makhluk ganas yang menggigit tangannya. Saat terbangun dia masih merasakan sakit di tangannya dan keesokan harinya bekas gigitan tersebut terlihat di tangannya, dengan satu gigi dari rahang bawah menghilang. Bekas tersebut berbentuk seperti lebam biru kehitaman yang tidak sampai merusak kulit.
            “Saya tidak mengerti,” katanya, “ Apa yang membuat saya berfikir bahwa cincin tersebut ada hubungannya dengan masalah ini, saya jadi tidak menyukai cincin itu dan tidak memakainya selama beberapa bulan, tetapi dalam suatu kunjungan saya memakainya lagi.” Singkat cerita, hal yang sama terulang kembali. Perempuan itu membereskan masalah dengan memasukan cincin tersebut ke dalam kompur.
            Ceritah aneh ini, yang saya percaya adalah benar mungkin tidak segaib yang terlihat. Seperti diketahui bahwa dalam beberapa hal pengaruh keadaan mental dapat menyebabkan dampak psikologis. Oleh karena itu, mimpi buruk terasa sangat nyata dengan adanya gigitan, dapat kita pikir meninggalkan bekas gigitan tersebut. Kasus seperti in terbukti kebenarannya dalam sejarah medis. Peristiwa kedua tentu saja akan muncul sebagai sugesti dari peristiwa yang pertama. Namun, bagaimana pun juga, ini adalah masalah kecil yang sangat menarik, baik secara batiniah maupun dari segi materinya.
            Harta karun terpendam adalah salah satu masalah yang datang pada Tuan Holmes. Salah satu kasus nyata ini disertai dengan sebuah bagan. Bagan tersebut mengacu pada sebuah kapal, Indiaman, yang hancur di pesisir pantai Afrika Selatan tahun 1782. Jika saya lebih muda, saya pasti tertarik untuk secara personal mempelajari hal ini.
            Kapal tersebut berisi harta karun yang luar biasa, termasuk sebuah mahkota tua dari kerajaan Dehli. Diduga mereka mengubur harta karun tersebut di dekat pantai dan bagan ini adalah catatan mengenai letaknya. Setiap kapal pada masa itu punya kode isyarat sendiri. Beberapa catatan mengenai arti isyarat tersebut mungkin dapat ditemukan di berkas tua di sebuah departemen di India saat ini.

 
            Lingkaran di sebelah kanan adalah sebuah kompas. Gambar setengah lingkaran menunjukan lengkung sebuah batu atau batu karang. Angka di atasnya merupakan petunjuk bagaimana menemukan “X” yang menandai harta karun tersebut. Kemungkinan mereka menempatkannya sejauh seratus lima puluh enam kaki dibanding empat diatas setengah lingkaran itu. letak dari kapal yang hancur itu tidak diketahui, tetapi saya akan sangat terkejut, jika cepat atau lambat tidak ada seseorang yang berusaha memecahkan misteri ini.
            Satu hal lagi sebelum saya menutup catatan mengenai sosok rekaan saya. Tidak semua orang diberkahi kehidupan dengan sosok hebat, genius, dan simpatik, tetapi saya beruntung ketika Tuan Gillette yang memilh memasukkan ide beserta bakatnyauntuk menempatkan Holmes diatas panggung. Saya tidak dapat mengakhiri catatan saya lebih baik selain mengucapkan terimakasih saya pada sosok laki-laki yang mengubah saya yang bukan siapa-siapa menjadi manusia yang berguna.

Kamis, 07 September 2017

The Man Who Tried to Kill Sherlock Holmes



Lelaki Yang Mencoba Membunuh Sherlock Holmes

          Apa yang terjadi jika seorang tokoh fiksi yang begitu dicintai oleh pembacanya tiba-tiba diputuskan akhir hidupnya oleh sang penulis? Ketika Sir Arthur Conan Doyle memutuskan untuk ”mematikan” Sherlock Holmes dalam cerita The Final Problem yang dimuat dalam majalah The Strand edisi Desember 1893, para pembaca fanatiknya bereaksi dengan keras. Majalah The Strand yang rutin menerbitkan serial Sherlock Holmes kehilangan 20.000 pembaca setianya. Para penggemar Sherlock Holmes berkumpul di jalanan dengan mengenakan pita lengan berwarna hitam dan para pekerja kantoran memakai lambang berkabung diatas topi mereka.
            Sir Arthur Conan Doyle tidak pernah menyangka bahwa tokoh fiksi rekaannya begitu digandrungi oleh pembaca dari berbagai penjuru dunia. Para pembaca fanatiknya bahkan mulai meyakini bahwa sosok Sherlock Holmes benar-benar tinggal di Baker Street 221 B, Sir Arthur Conan Doyle yang sebenarnya memendam obsesi untuk mempopulerkan novelnya  yang bertema sejarah, merasa semakin terbayangi dengan sosok detektif imajiner ini. Dia ingin melepaskan diri dan mencoba peruntungan baru dengan tema yang lebih disukainya. Bahkan, sang ibu yang memohon agar tidak membunuh Sherlock Holmes pun tidak bisa menghalangi tekadnya.
            Benarkah alasan utama Sherlock Holmes diakhiri kisahnya karena sang penulis merasa “terintimidasi” dengan kesuksesan tokoh rekaannya?
            David Pirie, seorang penulis skenario, dalam proses penulisan skenario drama tentang kehidupan. Doyle menemukan beberapa fakta unik yang dianggapnya berkaitan. Ada dua orang yang sangat berpengaruh dalam kehidupan Doyle, sang ayah, Charles Doyle, dan Dr.Joseph Bell, seorang dokter yang pernah mempekerjakannya sebagai juru medis pribadinya, yang menjadi seorang mentor sekaligus sosok yang dikagumi Doyle.
            Doyle banyak mengadopsi karakter dari kedua orang tersebut dalam sosok Holmes. Sang ayah kecanduan alkohol dilanda depresi mental dan obat-obatan, serta dilanda depresi mental membuat sang ibu akhirnya berselingkuh dengan seorang dokter. Meskipun memahami alasan sang ibu melakukan hal itu, dia tetap merasa bahwa ibunya telah menghianati ayahnya. Doyle terkadang menggunakan gambar illustrasi karya ayahnya dalam cerita Sherlock Holmes yang ditulisnya. Di sisi lain, Doyle merasa menemukan sosok ayah dalam diri Dr.Joseph Bell yang karismatik dan cerdas. Masalah semakin bertambah ketika sang istri divonis mengidap sakit perut akut.
            Pada tanggal 10 Oktober 1893 Charles Doyle meninggal. Pada tahun yang sama Sherlock Holmes menemui ajalnya saat bertarung dengan musuh terbesarnya.
            Doyle mulai memenuhi obsesinya untuk menuliskan novel bertema sejarah. Dia menciptakan tokoh fiksi baru bernama Etinne Gerard, seorang serdadu dalam pasukan Napoleon. Namun, tetap saja tak bisa menyaingi kepopuleran Sherlock Holmes. Pada tahun 1901 dia akhirnya menerima “kenyataan” bahwa para pembaca sudah terlanjur tak bisa memisahkan antara namanya dan nama sang detektif karyanya, dia pun menulis serial Sherlock Holmes lagi. Kembalinya Sherlock Holmes dari fakta dibalik “kematiannya” dikupas dalam cerita The Adventure of The Empty House  yang terbit pada tahun 1903.
            Publik akhirnya bisa menikmati lagi kisah petualangan Sherlock Holmes bersama Dr.Watson setelah bangkit dari kematian. Tercatat ada dua novel dan tiga kumpulan cerita Sherlock Holmes yang ditulis Doyle pada masa kebangkitan Holmes ini.
            Namun,tampaknya Doyle memang tak ingin selamanya hidup bersama tokoh rekaannya itu. Sherlock Holmes akhirnya pensiun dalam cerita berjudul His Last Bow yang terbit tahun 1917. Meskipun demikian, cerita Sherlock Holmes yang terakhir yang ditulis Doyle adalah cerita yang berjudul Shoscombe Old Place yang terbit tahun 1927. Tiga tahun kemudian Doyle meninggal dunia
            Setelah beroleh sukses dengan Sherlock Holmes, Doyle selalu berusaha untuk tidak sesalu disandingkan dengan tokoh ciptaannya itu. Dia membuat Holmes terbunuh,bagkit lagi, akhirnya pensiun bahkan menghentikan sama sekali menulis cerita dengan tokoh Sherlock Holmes. Namun yang terjadi, dia tak pernah benar-benar bisa “membunuh” Sherlock Holmes. Jutaan pembaca dari segala penjuru dunia sudah terlanjur jatuh hati mendalam pada sosok ini.
            Kenyataan ini seolah-olah membuat Sherlockian, para penggemar setia, menganggap Sherlock Holmes laksana orang suci yang bisa mati, lalu bangki ,dan hidup kembali.
            Entah sudah berapa banyak kumpulan cerita dan novel Sherlock Holmes yang telah diterjemahkan dan diterbitkan hingga saat ini, termasuk buku yang Anda nikmati saat ini. Kronik tentang sisi lain dari kehidupan penulisnya disajikan untuk memperluas pemahaman tentang betapa sang tokoh fiksi tersebut tetap tidak bisa dipisahkan dari sosok yang menghadirkannya ke hadapan pembaca setianya. Selamat membaca, Sherlockian!